Tampilkan postingan dengan label Materi Matematika Minat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Materi Matematika Minat. Tampilkan semua postingan
Logaritma
21.43
Pengertian Logaritma
Logaritma adalah kebalikan dari suatu perpangkatan. Jika sebuah perpangkatan ac= b, maka dapat dinyatakan dalam logaritma sebagai:
ada penulisan logaritma alog b = c, a disebut bilangan pokok dan b disebut bilangan numerus atau bilangan yang dicari nilai logaritmanya (b > 0) dan c merupakan hasil logaritma. Jika nilai a sama dengan 10, biasanya 10 tidak dituliskan sehingga menjadi log b = c. Jika nilai bilangan pokoknya merupakan bilangan e (bilangan eurel) dengan e = 2,718281828 maka logaritmanya ditulis dengan logaritma natural dan penulisannya dapat disingkat menjadi ln, misalnya elog b = c menjadi:
ln b = c
Berikut ini sejumlah contoh logaritma:
| Perpangkatan | Contoh Logaritma |
| 21 = 2 | 2log 2 = 1 |
| 20 = 1 | 2log 1 = 0 |
| 23 = 8 | 2log 8 = 3 |
| 2-3 = 8 | 2log = – 3 |
| | 9log |
| 103 = 1000 | log 1000 = 3 |
Sifat-sifat Logaritma
1. Sifat Logaritma dari perkalian
Suatu logaritma merupakan hasil penjumlahan dari dua logaritma lain yang nilai kedua numerus-nya merupakan faktor dari nilai numerus awal. Berikut modelnya:
alog p.q = alog p + alog q
dengan syarat a > 0,
, p > 0, q > 0.
2. Perkalian Logaritma
Suatu logaritma a dapat dikalikan dengan logaritma b jika nilai numerus logaritma a sama dengan nilai bilangan pokok logaritma b. Hasil perkalian tersebut merupakan logaritma baru dengan nilai bilangan pokok sama dengan logaritma a, dan nilai numerus sama dengan logaritma b. Berikut model sifat logaritma nya:
alog b x blog c = alog c
dengan syarat a > 0,
.
3. Sifat Logaritma dari pembagian
Suatu logaritma merupakan hasil pengurangan dari dua logaritma lain yang nilai kedua numerus-nya merupakan pecahan atau pembagian dari nilai numerus logaritma awal. Berikut modelnya:
alog
= alog p – alog q
dengan syarat a > 0,
, p > 0, q > 0.
4. Sifat Logaritma berbanding terbalik
Suatu logaritma berbanding terbalik dengan logaritma lain yang memiliki nilai bilangan pokok dan numerus-nya saling bertukaran. Berikut modelnya:
alog b = 
dengan syarat a > 0,
.
5. Logaritma berlawanan tanda
Suatu logaritma berlawanan tanda dengan logaritma yang memiliki numerus-nya merupakan pecahan terbalik dari nilai numerus logaritma awal. Berikut modelnya:
alog
= – alog 
dengan syarat a > 0,
, p > 0, q > 0.
6. Sifat Logaritma dari perpangkatan
Suatu logaritma dengan nilai numerus-nya merupakan suatu eksponen (pangkat) dapat dijadikan logaritma baru dengan mengeluarkan pangkatnya menjadi bilangan pengali. Berikut modelnya :
alog bp = p. alog b
dengan syarat a > 0,
, b > 0
7. Perpangkatan Bilangan Pokok Logaritma
Suatu logaritma dengan nilai bilangan pokoknya merupakan suatu eksponen (pangkat) dapat dijadikan logaritma baru dengan mengeluarkan pangkatnya menjadi bilangan pembagi. Berikut modelnya:
8. Bilangan pokok logaritma sebanding dengan perpangkatan numerus
Suatu logaritma dengan nilai numerus-nya merupakan suatu eksponen (pangkat) dari nilai bilangan pokoknya memiliki hasil yang sama dengan nilai pangkat numerus tersebut. Berikut model sifat logaritma nya:
alog ap = p
dengan syarat a > 0 dan
.
9. Perpangkatan logaritma
Suatu bilangan yang memiliki pangkat berbentuk logaritma, hasil pangkatnya adalah nilai numerus dari logaritma tersebut. Berikut modelnya:
dengan syarat a > 0,
, m > 0.
10. Mengubah basis logaritma
Suatu logaritma dapat dipecah menjadi perbandingan dua logaritma sebagai berikut
dengan syarat a > 0,
, p > 0, q > 0
Contoh Soal Logaritma dan Pembahasan
Contoh Soal Logaritma 1
Diketahui 3log 5 = x dan 3log 7 = y. maka, nilai dari 3log 245 1/2 adalah … ? (EBTANAS ’98)
Pembahasan 1
3log 245 ½ = 3log (5 x 49) ½
3log 245 ½ = 3log ((5) ½ x (49) ½)
3log 245 ½ = 3log (5) ½ + 3log (72) ½
3log 245 ½ =
( 3log 5 + 3log 7)
3log 245 ½ =
(x + y)
Jadi, nilai dari 3log 245 1/2 adalah
(x + y).
Contoh Soal Logaritma 2
Jika b = a4, nilai a dan b positif, maka nilai alog b – blog a adalah …? (UMPTN ’97)
Pembahasan 2
Diketahui bahwa b = a4, maka dapat disubstitusi kedalam perhitungan:
alog b – blog a = alog a4 – 
alog b – blog a = 4 (alog a) –
( alog a)
alog b – blog a = 4 – 
alog b – blog a = 
Jadi, nilai dari alog b – blog a pada soal tersebut adalah
.
Contoh Soal Logaritma 3
Jika alog (1- 3log
) = 2, maka tentukanlah nilai a. (UMPTN ’97)
Pembahsan 3
Jika kita buat nilai 2 menjadi sebuah logaritma dengan bilangan pokok logaritmanya adalah a menjadi alog a2= 2, maka didapat :
alog (1- 3log
) = 2
alog (1- 3log
) = alog a2
Nilai numerus kedua logaritma tersebut bisa menjadi sebuah persamaan:
1- 3log
= a2
3log 3 – 3log
= a2
3log 3 – 3log 3(-3) = a2
3log
= a2
3log 34 = a2
4 = a2
Sehingga diperoleh nilai a = 2
Eksponen
23.23
Eksponen merupakan perkalian bilangan yang sama secara berulang. Sebagai contoh, jika kita mengalikan angka 7 secara berulang sebanyak 4 kali, yaitu
, kita dapat menuliskannya dengan 7^4 = 2401 atau
.
Secara umum,
dengan
sebanyak n kali. Artinya, kita mengalikan
secara berulang sebanyak
kali. (
dibaca “x pangkat n”).
Eksponen biasa juga disebut dengan pangkat. Pada perpangkatan
, x disebut sebagai basis bilangan pokok dan y disebut sebagai pangkat.
Sifat-sifat eksponen:
Misalkan
, dan
adalah bilangan real, dengan
, maka:
- Jika suatu bilangan dipangkatkan dengan 0, maka hasilnya adalah 1.
Sebagai contoh,,
, dan
.
Jadi, semua bilangan real (jika dipangkatkan dengan 0, hasilnya adalah 1.
- Jika suatu bilangan dipangkatkan dengan 1, maka hasilnya adalah bilangan itu sendiri. Sedangkan jika 1 dipangkatkan dengan bilangan berapa pun, hasilnya adalah 1.
Contoh:,
Jadi,dan
, berapa pun nilai x, dengan syarat x adalah bilangan real.
- Jika suatu bilangan dipangkatkan dengan bilangan negatif, berlaku sifat:
(sifat eksponen untuk pangkat negatif)
Contoh:
Contoh:atau
Contoh:
Contoh:(Sifat eksponen untuk pangkat pecahan)
Contoh:
Contoh:
Contoh Soal Eksponen
Soal 1: Tentukanlah bentuk sederhana dari ![[Tags] pengertian-komunikasi-dan-fungsi-komunikasi-1-300x229 Materi Eksponen Matematika SMA Kelas 10](https://s0.wp.com/latex.php?latex=%5Cfrac%7B15%5E7+%5Ctimes+6%5E6%7D%7B10%5E4%7D&bg=ffffff&fg=000&s=0)
Jawab:
Perhatikan bahwa
, kemudian
dan
. (Ini didapat dengan menggunakan sifat (6) di atas).
Selanjutnya,
. (Menggunakan sifat (5))
Terakhir,
.
Soal 2: Jika
, maka
…. (Soal SPMB tahun 2003)
Jawab:
Perhatikan bahwa setiap suku pada bentuk eksponen pecahan tersebut dapat kita nyatakan dengan bilangan pokok
, yaitu:
Misalkan
, maka kita mendapatkan:
Langganan:
Postingan (Atom)
